GGRM - PT. Gudang Garam Tbk

Rp 36.775

-1.025 (-2,94%)

JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk (GGRM), produsen tembakau rokok, membukukan laba sebesar Rp 7,64 triliun sepanjang tahun 2020, lebih rendah dari kinerja laba tahun 2019 sebesar Rp 10,80 triliun. Penurunan laba dipengaruhi kenaikan beban penjualan dan rugi kurs mata uang di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Susilo Wonowidjojo, Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyampaikan bahwa pendapatan terkumpul sebanyak Rp 114,47 triliun naik dari tahun 2019 sebesar Rp 110,52 triliun, namun laba kotor tercatat Rp 17,38 triliun, lebih rendah dari Rp 22,78 triliun karena kenaikan beban pokok penjualan sepanjang tahun 2020.

Penjualan di pasar ekspor menyumbang pendapatan sebanyak Rp 1,90 triliun dan pasar domestik sebanyak Rp 112,56 triliun. Dari segmen operasional, maka produk sigaret kretek mesin (SKM) tercatat sebagai kontributor utama pendapatan perusahaan di pasar ekspor dan domestik, diikuti sigaret kretek tangan (SKT), kertas karton, rokok klobot. dan produk lainnya.

Laba usaha GGRM tercatat sebesar Rp 10,45 triliun, turun dibandingkan periode tahun 2019 sebanyak Rp 15,07 triliun dipengaruhi kerugian kurs mata uang rupiah terhadap dollar (US$). Sedangkan penghasilan komprehensif sebesar Rp 7,59 triliun, lebih rendah dari Rp 10,80 triliun di tahun 2019. (LK)