MTLA - PT. Metropolitan Land Tbk

Rp 394

+8 (+2,00%)

JAKARTA - Kinerja pendapatan dan laba PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menurun sepanjang 2020 dampak dari sikap kehati-hatian konsumen dalam membelanjakan uang mereka di tengah pandemi COVID-19. Laba perusahaan tercatat sebesar Rp 286,30 miliar, turun 41,28% dari laba tahun 2020 sebanyak Rp 487,62 miliar.

Dalam Laporan Keuangan Tahun 2020 yang dikutip pada Rabu (7/4), Thomas Johannes Angfendy, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyampaikan pendapatan tercatat sebanyak Rp 1,11 triliun, turun 20,88% dari tahun 2019 sebesar Rp 1,40 triliun. Laba kotor dan laba sebelum pajak juga turun menjadi Rp 585,74 miliar dan Rp 286,44 miliar, sedangkan laba kotor dan laba sebelum pajak pada 2019 masing-masing tercatat Rp 790,72 miliar dan Rp 490,46 miliar.

Dari laporan keuangan itu diketahui bahwa penurunan penjualan terjadi pada semua segmen produk properti antara lain, real estate, pusat perbelanjaan, hotel dan lainnya. Kontribusi real estate menyumbang pendapatan sebesar Rp 777,96 miliar, turun dari Rp 905,74 miliar, pusat perbelanjaan Rp 254,33 miliar, lebih rendah dari Rp 362,47 miliar, hotel Rp 63 miliar, lebih kecil dari Rp 120,26 miliar, dan penjualan produk lainnya tercatat sebesar Rp 25,12 miliar, turun dari Rp 31,08 miliar. (LK)