ENRG - PT. Energi Mega Persada Tbk

Rp 113

-3 (-2,66%)

JAKARTA - Meskipun pendapatan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 3%, namun laba bersih perusahaan ini tumbuh 92% menjadi US$ 53 juta sepanjang tahun 2020. Penurunan penjualan tidak signifikan karena ditopang pertumbuhan produksi minyak dan gas sepanjang tahun lalu.

Syailendra S Bakrie, Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyampaikan bahwa penjualan bersih tercatat sebesar US$ 324,88 juta, lebih rendah dari US$ 334,34 juta pada 2019, sedangkan laba operasional turun 21% menjadi US$ 111,62 juta dari US$ 141,25 juta.

Penurunan penjualan ENRG disebabkan harga gas rata-rata turun 18% menjadi US$ 5,38 /million cubic feet (mcf) dari US$ 6,53 /mcf dan harga minyak rata-rata turun 35% menjadi US$ 43,55 /bbl dari 67,42/bbl. Produksi gas naik 11% menjadi 171 mcf per day dari 154 mcf per day dan produksi minyak naik 46% menjadi 3.444 barrel per day dari 2.363 barrel per day. (LK)