BBCA - PT. Bank Central Asia Tbk

Rp 32.825

-500 (-1,52%)

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, membukukan laba bersih Rp7 triliun pada kuartal pertama (Q1) 2021, tumbuh 7% secara year-on-year (yoy).

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BBCA, menjelaskan perolehan laba tersebut ditopang oleh kinerja pendapatan pendapatan operasional sebesar Rp19,1 triliun. Sebagai rincian, sebanyak Rp14,1 triliun merupakan pendapatan bunga bersih dan Rp4,9 triliun merupakan pendapatan nonbunga.

“Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, BCA tetap optimis dalam memanfaatkan peluang bisnis di seluruh segmen pada tahun ini,” kata Setiaatmadja lewat siaran pers yang diterima idnfinancials.com.

Selama Q1 2021, BBCA telah menggenjot pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 14,6% secara yoy, menjadi sebesar Rp849,4 triliun. Pertumbuhan DPK di periode ini mendapat dukungan kuat dari perolehan dana murah sebesar Rp655,8 triliun, tumbuh 15,4% secara yoy. Sementara itu sisanya Rp193,6 triliun merupakan dana pihak ketiga yang ditempatkan di deposito berjangka.

Dari sisi permodalan, BBCA mempertahankan rasio kecukupan modalnya pada level 24,5% di Q1 2021. Kemudian Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 65,2% dan rasio kredit bermasalah pada level 1,6%. (KR)