GIAA - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Rp 364

-4 (-1,10%)

JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengumumkan penundaan bagi hasil atas Sukuk Global yang memiliki jumlah pokok US$500 juta dan akan jatuh tempo pada 2023 mendatang.

Penundaan tersebut, disebabkan oleh kondisi keuangan GIAA yang melemah dan kurang sehat. Sejauh ini, perseroan telah menunjuk Guggenheim Securities sebagai konsultan keuangan yang akan membantu menyehatkan kinerja keuangan GIAA.

“Kami percaya tim konsultan yang telah kami bentuk merupakan susunan terbaik untuk mendukung kami keluar dari pandemi sebagai maskapai dengan kinerja yang baik dan struktur permodalan yang kuat,” kata Irfan Saputra, Direktur Utama GIAA, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Nantinya, Guggenheim Securities akan bekerja sama dengan sejumlah konsultan yang telah ditunjuk GIAA sebelumnya. Sejumlah konsultan ini termasuk PT Mandiri Sekuritas, Cleary Gottlieb Steen & Hamilton LLP, dan Assegaf Hamzah & Partners. (KR)