HMSP - PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Rp 995

+5 (+0,50%)

JAKARTA. Philip Morris International Inc. (PMI), perusahaan induk dari PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), telah memperoleh kesepakatan untuk mengakuisisi Fertin Pharma A/S dengan nilai transaksi sekitar US$820 juta atau Rp12 triliun.

Jacek Olczak, CEO PMI, mengatakan akuisisi perusahaan farmasi tersebut akan menjadi langkah besar bagi perusahaan untuk mencapai masa depan bebas asap. “Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio bebas asap kami, khususnya di kategori modern oral dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin,” kata Olczak kepada idnfinancials.com.

Olczak menambahkan, PMI dan Fertin memiliki komitmen yang sama untuk saat ini. Fertin juga dikenal sebagai perusahaan yang berpengalaman mengembangkan produk terapi pengganti nikotin. Dengan akuisisi ini, PMI akan mendapat dukungan tenaga ahli dari 80 ilmuan untuk mengembangkan produk bebas asap.

“Saya sangat gembira atas tercapainya kesepakatan ini yang akan memperkaya kemampuan kami serta mendukung tujuan kami pada 2025 untuk meraih lebih dari 50% pendapatan kami dari produk bebas asap dan setidaknya USD 1 miliar dari produk di luar nikotin,” jelas Olczak.

Sementara itu Mindaugas Trumpaitis, Presiden Direktur HMSP, optimis akuisisi tersebut akan memberikan alternatif produk yang memiliki risiko lebih rendah terhadap perokok dewasa. “Besar harapan kami di Sampoerna untuk dapat memperkenalkan produk bebas asap ke pasar Indonesia,” jelas Mindaugas. (KR)