JAKARTA - Kementerian Perindustrian proaktif mendorong produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat lebih banyak diproduksi oleh industri di tanah air. Langkah ini sesuai dengan upaya pemerintah untuk menjalankan kebijakan substitusi impor dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Produk TIK ini sangat penting untuk bisa diproduksi dalam negeri, seperti komputer tablet, laptop, desktop, router, printer dan speaker,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam paparan Konferensi Pers Virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, Kamis (22/7).

Menperin menegaskan, berbagai upaya dilaksanakan dalam peningkatan kualitas dan kapasitas produksi bagi industri TIK, antara lain optimalisasi P3DN terutama untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga menciptakan kepastian pasar produk dalam negeri, serta penyusunan dan penerapan SNI (termasuk SNI Wajib) untuk produk TIK.

Saat ini, dengan adanya dukungan dari Kemendikbudristek, produk laptop yang bisa dirakit di dalam negeri sudah menembus 400 ribu unit. Menperin optimistis, dengan terciptanya kepastian pasar yang berkelanjutan untuk produk laptop, akan mendorong para produsen lokal membuat Industrial Design (IP) atau model lokal, electrical design, dan mechanical design sehingga akan mendorong efisiensi produksi laptop di dalam negeri dan mendongkrak daya saing industrinya. (LM)