KIJA - PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk

Rp 182

-2 (-1,10%)

JAKARTA - Jababeka International B.V (JIBV), anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA), akan menerbitkan Surat Utang senilai US$ 350 juta guna melunasi Surat Utang US$ 300 juta yang akan jatuh tempo pada 2023. Hal itu disampaikan Budianto Liman, Sekretaris Perusahaan PT Jababeka Tbk (KIJA) dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (26/7).

Disampaikannya bahwa surat utang baru itu bila dikonversikan dalam rupiah setara Rp 4,39 triliun dengan nilai kurs Rp 14.105 per US$. Persentase nilainya sebesar 78,86% dari ekuitas KIJA per Desember 2020 sebesar Rp 6,26 triliun. Hal ini akan mendongrak kenaikan aset dan liabilitas perusahaan masing masing sebesar 40% menjadi Rp 17,13 triliun dan Rp 10,75 triliun.

KIJA akan menggunakan sisa dari hasil aksi korporasi ini untuk belanja modal dan biaya operasional perusahaan, setelah melunasi surat utang jatuh tempo 2023. Rencana ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Agustus 2021.

Per Juni 2021, KIJA mencatatkan modal dasar Rp 2,10 triliun, modal disetor dan ditempatkan Rp 1,50 triliun, dan saham dalam portepel Rp 591,53 miliar. Struktur pemegang sahamnya antara lain, Mu Min Ali Gunawan 21,09%, Islamic Development Bank 11,72%, Hadi Rahardja (komisaris) 2,79%, Setiawan Marjuki (direktur) 0,17%, saham treasuri 1,4%, dan masyarakat 62,83%.

Sekedar informasi, JIBV dibentuk pada 2012 dengan alamat di Amsterdam, Belanda. Modal dasar perusahaan ini sebesar Euro 90.000, modal ditempatkan dan dan disetor penuh Euro 18.000, serta saham dalam portepel Euro 72.000. (LK)