JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran saham perdananya (IPO) pada Rp850 per lembar, tepat pada batas atas harga yang disampaikan paparan publik awal bulan ini.

Menurut keterangan resmi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BUKA telah mendaftarkan 25,77 miliar unit saham ke dalam penitipan kolektif KSEI. Setiap lembar saham yang didaftarkan memiliki nilai nominal Rp50 per lembar.

Dengan harga pelaksanaan tersebut, BUKA berpotensi meraup dana segar hingga Rp22,9 triliun. Ratna Karim, Direktur PT Buana Capital Sekuritas yang bertindak sebagai Joint Lead Managing Underwriter IPO, menyebutkan sebagian besar dana IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja. Sementara sisanya untuk kebutuhan pengembangan 6 anak usaha milik BUKA.

Sementara itu Rachmat Kaimuddin, Presiden Direktur BUKA, mengaku aksi IPO ini akan mendukung pertumbuhan bisnis seluruh lini usaha perseroan. Meskipun demikian, EBITDA perseroan masih minus Rp1,67 triliun pada 2020 lalu.

Sebagai catatan, masa penawaran umum saham BUKA dibuka 27-30 Juli 2021. Kemudian distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 5 Agustus 2021, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus 2021. (KR)