INAF - PT. Indofarma Tbk

Rp 1.100

0 (0%)

JAKARTA - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) membukukan penjualan sebesar Rp 849,32 miliar, tumbuh 90% dari Rp 402,02 miliar di periode serupa tahun 2020, yang dipacu oleh penjualan segmen alat kesehatan dan obat-obatan. Hal itu disampaikan Warjoko Sumedi, Sekretaris Perusahaan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) dalam siaran pers dikutip Senin (2/8).

"Perusahaan konsisten dan berupaya menangkap peluang guna bisnis yang berkelanjutan di tengah kondisi ini dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Strategis penguatan kinerja yang dimaksud antara lain, turn around management, product portofolio strategy, dan supply chain management.

Disampaikannya bahwa Indofarma mengumpulkan EBITDA Rp 187 miliar, melonjak 685% dari Rp 24 miliar periode serupa tahun 2020. Aset naik 7% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,95 triliun, dan liabilitas naik 9% dari Rp 1,38 triliun menjadi Rp 1,51 triliun.

Dari sisi penanganan COVID-19, Indofarma telah memproduksi sejumlah obat esensial penangangan pandem itu, misalnya Oseltamivir Phosphate 75 mg, Ivermectin 12 mg, Ivercov 12, Desrem, dan Zinkid. Melakukan vaksin dan menyediakan perangkat alat kesehatan penanganan pandemi COVID-19. (LK)