TPMA - PT. Trans Power Marine Tbk

Rp 358

+2 (+1,00%)

JAKARTA. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) membukukan kenaikan laba bersih 34% secara year-on-year (yoy) pada semester pertama (1H) 2021 menjadi sebesar US$2,19 juta, dari US$1,63 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Padahal, pendapatan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi ini, tercatat turun 11,39% secara yoy menjadi US$19,61 juta pada 1H 2021. Sedangkan di semester yang sama tahun lalu, TPMA sanggup membukukan pendapatan sebesar US$22,13 juta.

Dalam laporan keuangan yang baru saja dirilis, TPMA berusaha menjaga pertumbuhan laba bersihnya di 1H 2021. Hal ini terlihat dari penurunan beban langsung perseroan hingga 16% secara yoy, penurunan beban keuangan hingga 26% secara yoy, dan penurunan rugi selisih kurs hingga 37% secara yoy.

Adapun total aset TPMA tercatat naik 0,9% menjadi sebesar US$104,7 juta per 30 Juni 2021, dari US$103,76 juta pada 31 Desember 2020. Namun jumlah liabilitas perseroan naik 10,23% menjadi sebesar US$29,5 juta pada akhir 1H 2021, dari US$26,76 juta pada akhir Desember 2020.

Menurut data idnfinancials.com, saat ini 57,74% saham TPMA dikuasai oleh PT Dwitunggal Perkasa Mandiri. Kemudian sebanyak 23,21% saham dimiliki oleh PT Ascend Bangun Persada, 6,79% saham dimiliki oleh Standard Chartered Bank SG PVB, dan investor publik 12,26% saham. (KR)