IRRA - PT. Itama Ranoraya Tbk

Rp 1.925

+55 (+3,00%)

JAKARTA - Kinerja PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), distributor alat kesehatan, melambung fantastis dengan pertumbuhan pendapatan dan laba masing-masing 611,6% dan 1271% pada semester I 2021 dibandingkan periode serupa tahun lalu. Hal itu disampaikan Hendry Herman, Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) dalam siaran pers dikutip Kamis (5/8).

Disampaikannya bahwa pertumbuhan pendapatan secara signifikan berasal dari segmen ritel (non APBN/APBN), terutama permintaan alat kesehatan non elektromedik dan produk diagnostik in vitro. "Pendapatan tercatat naik menjadi Rp 565,18 miliar dari Rp 79,4 miliar dan laba bersih Rp 50,74 miliar dari Rp 3,7 miliar," katanya.

Menurut dia, pertumbuhan penjualan produk in vitro sebesar 613,9% yang dipicu kenaikan permintaan produk antigen tes COVID-19 (Panbio). Penjualan produk Panbio sepanjang semester I 2021 menyentuh 5,5 juta unit atau sesuai target persuahaan sebanyak 5 juta-10 juta unit.

Produk in vitro lainnya yang juga ikut menyumbang pertumbuhan pendapatan IRRA berasal dari reagent, mesin apheresis (plasma konsevalen) dan alat rapid non COVID-19, dan penjualan alat kesehatan non medis yakni, alat suntik. (LK)