BUMI - PT. Bumi Resources Tbk

Rp 67

-1 (-3,00%)

JAKARTA – Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada semester I 2021 membukukan laba US$ 90,9 juta, atau rebound dari periode serupa tahun 2020 yang merugi US$ 86,1 juta. Hal itu disampaikan Dileep Srivastava, Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam siaran pers dikutip Senin (30/8).

Disampaikannya bahwa capaian itu berkat pertumbuhan harga batu bara lebih 20% pada semester I 2021 karena ketidak seimbangan pasokan global, pandemik, kemacetan infrastruktur dan ketidakpastian politik. “Pendapatan tumbuh sebesar 16% menjadi US$ 2,29 miliar dari US$ 1,87 miliar dengan beban pokok pendapatan naik 4% dari US$ 1,73 miliar menjadi US$ 1,81 miliar,” katanya.

Menurut dia, harga batu bara berada di level US$ 56,2 per ton, naik dari semester I 2020 sebesar US$ 46,9 per ton. Dengan kenaikan itu, maka laba kotor ikut tumbuh 104% menjadi US$ 485,3 juta dari US$ 238,1 juta. “Produksi perusahaan tetap terjaga meski kondisi pandemic COVID-19 masih melanda global,” ujarnya.

Pada tahun ini, volume produksi batu bara ditargetkan kisaran 85 metrik ton (MT)-89 MT dengan harga perkiraan US$ 58 per ton-US$ 63 per ton. (LK)