JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada 21 September 2021, dengan target indikatif Rp10 triliun.

Ada dua seri sukuk negara yang ditawarkan dalam lelang tersebut, menurut keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. Pertama yaitu seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). 

Tanggal setelmen dari lelang kedua sukuk negara tersebut ditetapkan pada 23 September 2021. Hasil lelang sukuk negara akan dipakai, “untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.”

Tiga peserta yang akan mengikuti lelang sukuk negara pekan depan yaitu Dealer Utama, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Bank Indonesia. Ada 13 bank dan 3 perusahaan sekuritas yang tergabung dalam lelang ini.

Sebagai catatan, lelang sukuk negara akan bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam. Seluruh investor individual maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran dalam lelang. “Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui dealer utama,” jelas DJPPR dalam keterangan resminya. (KR)