JAKARTA - PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNI) menambah daya listrik sebesar 90 mega volt amphere (MVA) guna mengoptimalkan operasional smelter di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Tambahan daya listrik akan dilakukan hingga mencapai 1.000 MVA hingga lima tahun mendatang.

Jos Stefan Hidecky, Direktur PT Huady Nickel Alloy Indonesia (HNI) menyampaikan penambahan daya listrik dari PLN akan meningkatkan operasional fasilitas smelter dari empat tungku menjadi enam tungku. "Komitmen PLN menjaga kualitas pasokan listrik mendorong kami menambah pasokan listrik 90 MVA untuk operasional smelter," katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (22/10).

Menurut dia, saat ini HNI menggunakan total daya listrik PLN sebesar 210 MVA setelah melakukan penambahan daya sejak Agustus 2018 sebesar 40 MVA. Pada Agustus 2021, perusahaan menambah pasokan daya listrik untuk kedua kalinya sebanyak 80 MVA.

Disampaikannya penambahan daya listrik 100 MVA akan dilakukan seiring rencana ekspansi perusahaan di tahun 2023.

Seperti diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan pasokan listrik pada sistem Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu sebesar 2.019 mega watt (MW) dengan beban puncak 1.435 MW. (LK)