CARS - PT. Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk

Rp 50

0 (0%)

JAKARTA - PT Ahabe Niaga Selaras (ANS), salah satu pemegang saham PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) masih menunggak pembayaran utang senilai Rp 8,21 miliar kepada krediturnya, Anggraeni Chandra dan Erwin Setia Budi Djaja.

Marcel Tunggamoro Putra, Chief Operating Officer (COF) PT Ahabe Niaga Selaras (ANS) menyampaikan saat ini  menunggu investasi dari pontesial investor guna mengambil alih saham CARS dari perusahaan. "Hal yang dilakukan terkait penyelesaian Penundaan Kewajiban Pembayarann Utang (PKPU) antara lain, menjalin komunikasi dengan kreditur, counsel kreditur, dan engagement dengan legal counsel guna mendampingi proses PKPU," katanya dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (22/10).

Menurut dia, utang kepada kreditur tersisar Rp 8,21 miliar setelah ada pembayaran pada (15/10) sebesar Rp 1,36 miliar dari total utang Rp 9,58 miliar. Jenis utang merupakan REPO saham dengan bunga 12% per tahun dengan jaminan saham CARS. Pinjaman dari kreditur digunakan untuk operasional ANS.

Seperti diketahui, kreditur ANS mengajukan gugatan pailit di Pengadilan Niaga Semarang per 11 Oktober 2021 dengan perkara No.38/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Smg. Panggilan pertama di PN Semarang berlangsung kemarin (19/10).

Per September 2021, saham CARS sebanyak 15 juta dengan struktur pemilik ANS 0%, BNYM s/a Weiser 9,33%, PT Trimegah Sekuritas 17,85%, PT Merapi Agung 11,97%, dan masyarakat 60,85%. (LK)