IRRA - PT. Itama Ranoraya Tbk

Rp 1.360

-10 (-1,00%)

JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), produsen alat kesehatan, meraup pendapatan usaha Rp 1,08 triliun per triwulan III 2021, melambung dibandingkan periode serupa tahun 2020 sebesar Rp 141,05 miliar. Lonjakan pendapatan ini disebabkan tingginya permintaan alat tes COVID-19 di tengah berlanjutnya pandemi itu sejak awal 2020.

Heru Firdaus Syarif, Presiden Direktur PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menyampaikan pendapat terbanyak berasal dari penjualan produk diagnostic in vitro Rp 1,04 triliun, alat kesehatan non elektromedik steril Rp 29,64 miliar, dan lainnya Rp 9,47 miliar. Pada triwulan III 2020, penjualan produk diagnostik in vitro Rp 33,17 miliar dan alat kesehatan non elektromedik steril Rp 107,91 miliar.

Laba kotor dan laba operasi masing-masing tercatat Rp 188,06 miliar dan Rp 116,06 miliar, naik meroket dibandingkan periode serupa tahun 2020, masing-masing sebesar Rp 25,18 miliar danr Rp 11,35 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak dan laba komprehensif Rp 109,21 miliar dan Rp 84,91 miliar, yang mana capaian tersebut di atas periode serupa tahun 2020 sebesar Rp 11,37 miliar dan Rp 8,94 miliar.

Pelanggan IRRA dengan kontribusi di atas 32% dari total pendapatan perusahaan berasal dari UTD PMI Provinsi DKI Jakarta, PT Dharma Mitra Abadi, Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Kementerian Kesehatan, PT Semesta Medika Indonesia dan PT Sinergi Utama Sejahtera. (LK)