JAKARTA - Pengguna pembayaran nirsentuh (QR Code Indonesian Standard/QRIS) bertambah 6,2 juta merchant sejak Januari-Oktober 2021. Total pengguna QRIS hingga saat ini mencapai 12 juta dari 5,8 juta di tahun 2020.

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan pembayaran menggunakan QRIS mendapat respon tinggi dari berbagai sektor usaha karena mendorong efisiensi, mempercepat keuangan inklusif, dan mengurangi penularan COVID-19. "Sejak implementasi penggunaannya pada Januari 2020, BI terus memperkuat kebijakan penggunaan QRIS guna mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan inklusif dan mendorong program pemerintah," katanya dalam siaran pers dikutip Kamis (4/11).

Menurut dia, pesatnya penerimaan sektor usaha menggunakan alat pembayaran tersebut berkat dukungan sejumlah pihak antara lain, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), pemerintah pusat dan daerah.

Santoso Liem, Ketua Umum ASPI menyampaikan pihaknya berkomitmen mendukung penerimaan QRIS di berbagai bidan usaha guna mendorong inklusi keuangan. "Dengan jaringan yang luas di berbagai daerah, pihaknya siap membantu masyarakat memasuki era keuangan digital," katanya. (LK)