GIAA - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Rp 222

0 (0%)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) telah mengajukan proposal restrukturisasi utang kepada lessor dan kreditur, yang diharapkan memberikan umpan balik bagi upaya pemulihan kinerja operasional. Hal  itu disampaikan Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dalam siaran pers dikutip Rabu (17/11).

"Proposal berisi uraian rencana jangka panjang bisnis Garuda serta penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama," ujarnya.

Menurut dia, skema restrukturisasi yang telah diajukan itu diharapkan menjadi momentum transformasi bisnis yang lebih profitable, efisien, dan adaptif. Proposal restrukturisasi telah disampaikan secara digital yang dapat diakses oleh para pihak yang berkepentingan dan disepakati.

Sebelumnya disampaikan kesepakatan GIAA dan kreditur antara lain, penangguhan pokok dan bunga oleh kreditur perbankan, restrukturisasi utang tertunggak selama 2020 yang dibayarkan dengan cicilan ballon payment hingga 2023 oleh kreditur bisnis, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) EBA telah ditangguhkan sebagian kewajibann pembagian pendapatan penjualan tiket ke-36 hingga Desember 2021.

Seiring dengan itu, GIAA juga menselaraskan dengan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh mitra bisnis di Pengadilan Niaga Jakarta. "Garuda telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi dan para advisors guna berkoordinasi intensif dengan lessor dan kreditur dan mempelajari setiap feedback yang disampaikan kepada perusahaan," katanya. (LK)