JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memproyeksikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III akan beroperasi pada 2024. Proyek PLTA dengan investasi Rp 5 triliun itu merupakan kerja sama dengan pemerintah Jepang guna menambah pasokan listrik di Sumatera Utara.

Octavianus Padudung, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan PLTA Asahan III berkapasitas 174 megawatt (MW). "Kami berkomitmen merampungkan proyek itu tepat waktu meski di tengah pandemi COVID-19," katanya dikutip dalam siaran pers Jumat (3/12).

PLN, katanya, telah memulai konstruksi Sungai Asaham dan mengalihkannya ke sungai bendungan pengarah (river diversion channel) sehingga pembangunan bendungan gerak (intake weir) dapat segera dilasanakan. Di sisi hilir, pekerjaan ekskavasi rumah pembangkit bawah tanah power house telah dirampungkan pada Mei 2021.

Menurut dia, rampungnya ekskavasi power house makaa salah satu tahap kritis dalam proyek itu telah berhasil dilewati. Nantinya proyek pembangkit listrik akan lebih efisien. "Pengoperasian proyek pembangkita akan menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik di Sumatera Utara," katanya. (LK)