JAKARTA. Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2021 di atas 5%, seiring dengan momentum pemulihan ekonomi yang menguat.

Menurut Sri Mulyani, perkiraan besaran pertumbuhan tersebut didasarkan pada pertumbuhan yang memuaskan pada konsumsi rumahtangga yang menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran. Sinyal kebangkitan konsumsi rumah tangga terlihat dari data Mandiri Spending Index, katanya. "Kalau kita lihat Mandiri Spending Index, masuk ekspansi yang kuat," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita periode Desember 2021, Selasa (21/12/2021).

Selain itu, kata Sri Mulyani, penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) alias investasi juga diperkirakan bakal tumbuh tinggi. Hal itu terlihat dari impor yang melesat terutama untuk bahan baku/penolong dan barang modal, yang mencerminkan industri dalam negeri sedang bergairah.

"Momentum pemulihan ekonomi kembali menguat setelah terinterupsi varian delta. Untuk 2021, ekonomi diperkirakan tumbuh 3,5%-4% dan pada kuartal IV tumbuh di atas 5% karena akselerasi yang kuat," ungkap Sri Mulyani. (AM)