JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan bisnis jasa konstruksi dan pengembangan jalan tol, menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi dan sukuk dengan jumlah total Rp1,31 triliun.

Obligasi yang diterbitkan telah didaftarkan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan nama Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022. Jumlah pokok obligasi yang didaftarkan yaitu Rp1 triliun dan akan ditawarkan dalam 3 seri.

Sementara itu sukuk Hutama Karya didaftarkan dengan nama Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022. Sukuk ini memiliki jumlah pokok Rp313 miliar dan ditawarkan dalam 3 seri.

Masa penawaran umum obligasi dan sukuk dijadwalkan pada 5-7 Januari 2022. Sementara distribusi obligasi dan sukuk dijadwalkan pada 12 Januari 2022, serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 13 Januari 2022.

Hutama Karya telah menunjuk 4 pihak yang akan menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk mudharabah. Keempat pihak tersebut yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). (KR)