PPRE - PT. PP Presisi Tbk

Rp 139

-1 (-0,72%)

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan kenaikan 153% kontrak baru menjadi Rp 5,6 triliun di sepanjang 2021 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,8 triliun. Kenaikan ini berkat perolehan kontrak baru di penghujung tahun 2021 sebesar Rp 280 miliar dari sektor mining development dan civil work.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (5/1), Rully Noviandar, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyampaikan perolehan kontrak baru melampui target tahun 2021, yang hampir menyampai pencapaian kontrak pada 2019 sebelum pandemi COVID-19. "Capaian ini, membuat kami optimistis untuk perolehan kontrak baru di tahun 2022," katanya.

Menurut dia, komposisi kontrak baru yang diperoleh berasal dari mining services 53% dan civil work 41%. Berdasarkan komposisi kepemilikan proyek, proyek dari internal sebesar 13% dan eksternal 87%.

Pada tahun ini, PPRE menargetkan kontrak baru akan tumbuh 10% dibandingkan pada 2021, yang mana kontributor utama masih berasal dari mining services, civil work, dan production plant pendukung proyek civil work dari proyek strategis nasional. "Kami menargetkan pertumbuhan kontrak baru yang didukung mining services, khususnya sektor nikel yang menjanjikan pembangunan infrastruktur tambang dan smelter," katanya. (LK)