JAKARTA. Ekonom memperkirakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa 18 Januari 2022, berpotensi meningkat dengan penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp75 triliun dan Rp85 triliun. Prediksi itu berlandaskan pada minat investor untuk menambah portfolio mereka di awal tahun.

Vice President of Economist Bank Permata Josua Pardede menyampaikan prediksi tersebut berdasarkan kepada pergerakan yield obligasi yang cenderung bergerak sideways sejak awal tahun lalu. Lebih lanjut, Josua menjelaskan pasca The Fed memberikan sinyal pengetatan pada minggu pertama tahun ini, yield atau imbal hasil obligasi cenderung meningkat, meskipun kembali bergerak turun.

“Hal itu merupakan refleksi bahwa sentimen dari siklus pengetatan moneter dari The Fed cenderung bersifat sementara.,” ujar Josua seperti dikutip Bisnis awal pekan ini. Untuk itu dia memperkirakan penawaran yang masuk berpotensi meningkat jika dibandingkan dengan lelang pertama tahun 2022).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah akan menawarkan 7 seri SUN dengan beragam tenor dengan target indikatif sebanyak Rp25 triliun dan target maksimal Rp37,5 triliun. (AM)