DEPO - PT. Caturkarda Depo Bangunan Tbk

Rp 505

0 (0%)

JAKARTA. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) telah merealisasikan sebanyak Rp307,17 miliar atau sekitar 62% dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana (IPO) saham pada November 2021 lalu.

Erwan Irawan Noer, Direktur DEPO, menyampaikan sebanyak Rp2,05 miliar telah dialokasikan untuk belanja modal perseroan. Kemudian sebanyak Rp41,09 miliar untuk pelunasan pinjaman, Rp201,39 miliar untuk investasi di anak usaha, Rp57,46 miliar untuk modal kerja, dan Rp5,82 miliar untuk biaya emisi.

Saat ini, dana IPO DEPO yang tersisa yaitu sebanyak Rp185,77 miliar. Sebagai catatan, DEPO sebelumnya berencana mengalokasikan sebanyak Rp87,8 miliar dana IPO untuk belanja modal. Kemudian sebanyak Rp39,02 miliar untuk pelunasan pinjaman, Rp199,98 miliar untuk investasi di anak usaha, dan Rp160,96 miliar untuk modal kerja.

DEPO menempatkan sisa dana IPO dalam bentuk giro dan deposito di 4 bank, dengan suku bunga mulai dari 1,50% sampai 2,75%. Keempat bank tersebut yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Menurut data idnfinancials.com, harga saham DEPO pada perdagangan hari ini bergerak stagnan pada level Rp490 per lembar. Sementara sejak pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham DEPO turun 18,33% atau 110 poin dari Rp600 per lembar. (KR)