ANTM - PT. Aneka Tambang Tbk

Rp 2.390

+10 (+0%)

JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, perusahaan tambang milik Pemerintah Indonesia, membukukan penjualan emas sebanyak 29,38 ton sepanjang 2021, tumbuh 33% dari penjualan emas pada tahun sebelumnya.

Nicolas D. Kanter, Direktur Utama Antam, menyampaikan pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi penjualan emas perseroan di pasar domestik. “Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas, Antam berfokus dalam penguatan basis pelanggan logam mulia di pasar domestik,” kata Kanter lewat keterangan resmi yang diterima idnfinancials.com.

Dari sisi produksi, Antam telah menghasilkan emas sebanyak 1,69 ton pada 2021. Produksi emas tahun lalu tercatat tumbuh 1% secara year-on-year (yoy) atau dari tahun 2020. Sementara penjualan logam mulia tercatat sebanyak 28,28 ton, tumbuh 44% secara yoy.

Kanter menambahkan, Antam saat ini masih menjadi satu-satunya perusahaan pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Oleh karena itu, perseroan terus memberi jaminan produk dan kualitas logam mulia yang dijual di jaringan distribusi online maupun offline.

Menurut data idnfinancials.com, harga saham Antam hari ini bergerak melemah 3,77% atau 70 poin ke level Rp1.785 per lembar hingga pukul 14.06 WIB. Sedangkan sejak awal tahun, harga saham Antam tercatat turun 23,72% atau 555 poin dari level Rp2.340 per lembar. (KR)