JAKARTA - Kebutuhan pembiayaan korporasi pada akhir triwulan I 2022 diperkirakan melambat untuk sektor industri pengolahan dan informasi telekomunikasi. Hal ini terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,2%, lebih rendah dari SBT per Februari 2022 sebesar 23,8%.

Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Bank Indonesia (BI) yang dikutip Kamis (20/1), melambatnya kebutuhan pembiayaan korporasi disebabkan melemahnya permintaan, khususnya di industri pengolahan dan informasi telekomunikasi. Namun kebutuhan pembiayaan di sektor lainnya, seperti transportasi, pergudangan, jasa kesehatan, jasa keuangan dan penyedia makanan dan minuman meningkat. Kenaikan kebutuhan pembiayaan guna mendukung operasional, memenuhi kewajiban jatuh tempo yang tidak bisa di roll over.

Respon survei menyampaikan bahwa kebutuhan pembiayaan masih dipenuhi dana sendiri, diikuti pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Sumber lainnya untuk pembiayaan berasal dari pinjaman perusahaan induk dan dan perbankan dalam negeri. (LK)