JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek membukukan hasil investasi senilai Rp35,36 triliun sepanjang 2021. Hasil tersebut 5,45% lebih rendah dari target yang diharapkan namun tumbuh 9,37% dibandingkan tahun 2020..

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan pada tahun 2021 pihaknya merealisasikan fresh fund [dana siap investasi] mencapai Rp32,12 triliun, lebih rendah 4,35% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Namun, investasi yang dihasilkan mampu tumbuh 9,37%. Artinya, kami berusaha mengoptimalkan fresh fund yang lebih sedikit itu dengan return yang lebih baik," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (20/1/2022). .

Menurut Anggoro, jumlah dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan pada 2021 mencapai Rp553,5 triliun atau tumbuh 13,64% (yoy), 2,05% di atas target yang ditetapkan. Mayoritas dana ditempatkan pada instrumen investasi pendapatan tetap, mencapai 81,8%, 17,8% equity based, dan kurang dari 1% direct investment. Sementara itu iuran yang dihimpun dari anggota naik 8% menjadi Rp79,12 triliun dengan klaim naik 20,98% menjadi Rp42,89 triliun. “Hal inilah yang menyebabkan realisasi fresh fund turun pada 2021,” tegasnya. (AM)