JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun 2021 telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp358,32 triliun pada 2021. Sementara itu hingga pekan lalu, BI telah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp2,2 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur pekan lalu menyampaikan pembelian SBN tersebut dirinci untuk pembelian di pasar perdana sebesar Rp143,32 triliun dan pembelian SBN melalui private placement sebesar Rp215 triliun, untuk pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 sesuai Keputusan Bersama Menkeu dan Gubernur BI tanggal 23 Agustus 2021.

Hingga 18 Januari 2022, BI telah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp2,2 triliun. Hingga 18 Januari juga, BI masih menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp5,93 triliun, sedangkan quantitative easing BI pada tahun 2021 mencapai Rp147,83 triliun..

Dengan kondisi tersebut, Perry menyampaikan likuiditas di perbankan tetap longgar, yang tercermin pada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang tinggi mencapai 35,12% pada Desember 2021. (AM)