YELO - PT. Yelooo Integra Datanet Tbk

Rp 88

+12 (+14,00%)

JAKARTA - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (“YELO”), emiten teknologi di bidang jasa penyedia alat teknologi komunikasi dan layanan konektivitas kembali melakukan aksi korporasi berupa penambahan saham hingga 99% di PT Telemedia Komunikasi Pratama (TM). Kesepakatan itu terjalin setelah YELO menandatangani MoU dengan PT Tangguh Indonusa Pratama (TIP). Melalui aksi ini, semakin meneguhkan posisi YELO sebagai penyedia ekosistem digital berbasis konektivitas.

Direktur Utama YELO, Wewy Susanto menyatakan, “Aksi korporasi ini membuktikan komitmen kami dalam pengembangan digital ecosystem berbasis connectivity. Melalui Telemedia, YELO akan fokus menggarap internet berkecepatan tinggi di desa maupun kota di wilayah tier-2 dan tier-3. YELO menargetkan akan membawa internet cepat ke 50 desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada Kuartal I/2022. Kemudian, kami akan melanjutkan ke desa-desa berikutnya.”

Sebagai informasi, Telemedia sendiri merupakan Digital ISP (Internet Service Provider) yang memiliki brand bernama Viberlink. Telemedia berkomitmen menghadirkan akses internet cepat ke seluruh pelosok desa dengan menggunakan jaringan fiber optic di sepanjang Pulau Jawa.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan tender offer atas saham YELO, aksi korporasi Perseroan tersebut telah sukses dilaksanakan dan berakhir pada 22 Januari 2022. Penawaran tender tersebut digelar oleh pengendali baru, PT Artalindo Semesta Nusantara. Langkah penambahan kepemilikan saham ini menunjukkan komitmen Artalindo terhadap perkembangan bisnis YELO di masa yang akan datang 

Wewy menambahkan, awal tahun ini YELO telah melakukan aksi-aksi korporasi seiring transformasi Perseroan ke arah digital ISP yang terintegrasi. “YELO juga akan terus memusatkan perhatiannya pada penjualan data dan produk digital di pasar dalam negeri. Strategi tersebut sebelumnya berhasil membuat perseroan membukukan pendapatan bersih senilai Rp 13,1 miliar per Kuartal III/2021. Jumlahnya melonjak 500% dari periode yang sama tahun lalu (yoy) sebesar Rp 2,2 miliar.” Tutup Wewy. (LM)