BBCA - PT. Bank Central Asia Tbk

Rp 7.525

-50 (-1,00%)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 975,9 triliun di tahun 2021, naik 16,1% dibandingkan periode serupa tahun 2020 saat COVID-19 menjadi pandemi global. Dari total DPK, kontribusi current account dan savings account (CASA) menyumbang 78,6%.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyampaikan CASA tercatat  Rp 767 triliun, tumbuh 19,1% dari periode serupa tahun 2020 dan Deposito sebesar Rp 208,9 triliun, naik 6,1% dari tahun lalu. "Capaian DPK itu mendorong kenaikan aset BCA sebesar 14,2% sehingga mencapai Rp 1.228,3 triliun," katanya dalam siaran pers dikutip Jumat (28/1).

Menurut dia, pertumbuhan CASA pada 2021 bukti kepercayaan nasabah terhadap perusahaan sekaligus didukung dengan kemudahan dan keandalan layanan bertansaksi di BCA. Dengan inovasi teknologi informasi, transaksi melalui digital tumbuh signifikan, khususnya pada transaksi mobile banking. Jumlah rekening mencapai 29 juta akun rekening, naik 16% dari tahun lalu.

Di sisi lain, BCA juga mendistribusikan kredit sebesar Rp 637 triliun, tumbuh 8,2% dari tahun lalu. Kontributor terbanyak berasal dari segmen kredit korporasi Rp 286,5 triliun, diikuti kredit komersil dan Usaha Menengah Kecil (UMK) Rp 195,8 triliun, kredit kepemilikan rumah (KPR) Rp 97,5 triliun, kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp 36 trilun, dan outstanding kartu kredit Rp 11,8 triliun. (LK)