JAKARTA - PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) masih mencatatkan kenaikan laba kisaran Rp 19,27 miliar dari Rp 362,13 miliar pada 2020 menjadi Rp 381,40 miliar di tahun 2021, didorong oleh penurunan beban, khususnya beban pendapatan, provisi dan komisi, serta beban lainnya.

Alexander, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) menyampaikan penyaluran Pembiayaan Konsumen sebanyak Rp 6,01 triliun, Sewa Pembiayaan Rp 730,54 miliar, dan piutang lainnya Rp 10,71 miliar. Total pendapatan sebesar Rp 1,15 triliun, yang mana segmen Pembiayaan Konsumen berkontribusi sebanyak Rp 859 miliar, diikuti Sewa Pembiayaan Rp 98,13 miliar, Sewa Ijarah Rp 200 juta, Bunga Rp 3,65 miliar, dan pendapatan lainnya Rp 70,12 miliar.

Pada 2020, penyaluran Pembiayaan Konsumen Rp 5,81 triliun, Sewa Pembiayaan Rp 761,35 miliar, dan piutang lainnya Rp 8,32 miliar. Total pendapatan sebanyak Rp 1,03 triliun, yang disumbangkan oleh segmen Pembiayaan Konsumen Rp 1 triliun, Sewa Pembiayaan Rp 110,98 miliar, Sewa Ijarah Rp 2,75 miliar, Bunga Rp 9,42 miliar, dan pendapatan lainnya Rp 35,53 miliar.

Total beban turun menjadiRp 539,84 miliar dari Rp 687,10 miliar, di mana beban pendapatan turun menjadi Rp 244,08 miliar dari Rp 377,45 miliar, beban provisi dan komisi menjadi Rp 2,82 miliar dari Rp 4,11 miiar, serta beban lainnya Rp 43,37 miliar, turun dari Rp 57,96 miliar. (LK)