JAKARTA - PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 sebesar Rp 800 miliar mulai Selasa (22/3) hingga Jumat (25/3). Obligasi ini ditawarkan dengan bunga 5,80% per tahun dengan periode tiga tahun.

Dalam prospektus singkat yang dikutip pada Selasa (23/3), dana dari hasil penawaran Obligasi ini akan digunakan selurunya untuk modal kerja pembiyaan terkait ekspnasi penyaluran kredit bagi calon nasabah. Per Desember 2021, piutang pembiayaan BIIF tercatat sebanyak Rp 6,01 triliun, naik dari periode serupa tahun lalu, piutang pembiayaan sebesar Rp 5,81 triliun.

Total pendapatan tercatat Rp 1,03 triliun, turun dari Rp 1,15 triliun di tahun 2020 imbas pandemi COVID-19 yang berdampak pada penyaluran kredit ke masyarakat. Kontributor pendapatan terbanyak dari segmen Pembiayaan Konsumen Rp 859 miliar, diikuti Sewa Pembiayaan Rp 98,13 miliar, Sewa Ijarah Rp 200 juta, Pendapatan Bunga Rp 3,65 miliar, dan Pendapatan Lainnya Rp 70,12 miliar.

Fitch Ratings menyematkan peringkat AA+(idn) kepada BIIF atas rencana penerbitan Obligasi ini. Penjamin pelaksana dan penjamin Emisi Obligasi yang ditunjuk yakni, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia, serta wali amanatnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (LK)