GOTO - PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk

Rp 132

-9 (-6,82%)

JAKARTA. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ternyata telah mengalami kerugian selama lebih dari 3-tahun, sebelum menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut data yang dihimpun idnfinancials.com, kerugian GOTO pada tahun buku 2018 mencapai Rp11,75 triliun. Kemudian perseroan menanggung kerugian Rp24,08 triliun pada 2019, Rp16,74 triliun pada 2020, dan Rp11,58 triliun per September 2021.

Sementara itu akumulasi kerugian GOTO tercatat sebesar Rp20,44 triliun pada 2018, Rp43,19 triliun pada 2019, dan Rp65,29 triliun pada 2020.

Dalam prospektus yang telah dirilis, Manajemen GOTO menyampaikan kerugian beruntun tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya disebabkan oleh tingginya beban penjualan dan pemasaran, biaya penusutan dan amortisasi, pengembangan teknologi, serta gaji dan imbalan karyawan.

“Perusahaan tidak dapat menjamin bahwa perusahaan akan dapat membukukan laba bersih di masa mendatang,” tulis Manajemen GOTO dalam prospektus IPO.

Perlu diketahui, GOTO akan melepas 52 miliar lembar saham dalam IPO di BEI. Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 4,35% dari modal disetor perseroan. Setiap saham ditawarkan dengan harga Rp338, sehingga potensi dana yang diperoleh perseroan lewat aksi korporasi ini yaitu sekitar Rp17,57 triliun. (KR)