KAEF - PT. Kimia Farma Tbk

Rp 1.375

+20 (+1,00%)

JAKARTA. BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11% pada tahun ini, menyusul tercapainya pertumbuhan penjualan tahun 2021 sebesar 28,49% menjadi Rp12,85 triliun.

Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 11% pada 2022. Artinya, dengan penjualan bersih yang dibukukan tahun 2021 sebesar Rp12,85 triliun, maka Perseroan menargetkan penjualan tahun 2022 mencapai sekitar Rp14,26 triliun. Sementara itu dari pendapatan tahun 2021 tersebut, Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp302,27 miliar, melonjak 16,13 kali lipat dari Rp17,63 miliar yang dicatat pada tahun 2020.

Menurut Andi, tahun 2022 akan terjadi perubahan produk yang diserap pasar seiring dengan turunnya pandemi sehingga dia memperkirakan adanya perbaikan kinerja pada industri pada 2022. " Kimia farma juga melakukan perubahan produk dengan antisipasi inovasi," paparnya dalam pemaparan publik 2022, Rabu (11/5/2022).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Kimia Farma Lina Sari mengungakapkan dengan tidak diberlakukannya lagi aturan swab tes atau PCR saat perjalanan, akan berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Per Maret 2022 ini. (AM)