JAKARTA. PT Bio Farma bersama dengan MDI Ventures membentuk Bio-Health Fund yang akan melakukan pendanaan untuk pengembangan startup yang berfokus pada kategori Bioteknologi dan Layanan Kesehatan. Bio-Health Fund tersebut akan menginvestasikan sedikitnya US$ 50 juta.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah terkait bagaimana industri kesehatan dalam negeri bisa mengembangkan teknologi baru, baik itu bio sciences, farmasi, dan teknologi digital kesehatan.
"Hal ini yang menjadi alasan Kementerian BUMN mendorong Bio Farma Grup bersama Kimia farma dan Indofarma untuk melakukan pengembangan di bidang teknologi serta berinvestasi di bidang startup," kata Pahala dalam keterangan resminya, Kamis (12/5).

Bio-Health Fund diharapkan akan berkontribusi sinergi kepada Bio Farma yang merupakan Limited Partnership (LP) utama, juga berpeluang bagi Bio Farma untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam bidang penelitian biotech, dalam mendukung Bio Farma sebagai Holding BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan dan layanan end-to-end.

Pada tahap awal, Bio Farma akan menyiapkan dana sebesar US$ 20 juta yang akan dikucurkan kepada perusahaan rintisan (startup) potensial.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya akan menambah portofolio selain vaksin dan serum. Pada saat pandemi, Bio Farma berinovasi untuk memproduksi kit diagnostik berupa mBio-Cov dan Biosaliva, yang merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan startup. Menurut Honesti, Kemampuan Bio Farma sebagai produsen farmasi dan penyedia layanan kesehatan akan menawarkan Go-To-Market yang kuat di Indonesia bagi startup. (AM)