JAKARTA - Harga properti residensial diprediksi mulai menggeliat naik di triwulan II 2022 dibandingkan periode serupa tahun 2021. Pertumbuhan tersebut belum akan melampaui pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I tahun ini.

Dalam siaran pers dikutip Rabu (18/5), Erwin Haryono, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) menyampaikan hasil survei prakirana harga properti residensial sebesar 1,16% di triwulan I 202, lebih rendah dari triwulan berjalan 1,87%, dan lebih tinggi dari periode serupa tahun 2021 sebesar 1,07%. "Kenaikan harga properti residensial diprakirakan terjadi pada seluruh tipe kecil, menengah, dan besar," katanya.

Sedangkan harga rumah residensia primer diperkirakan melambat terkait penyesuaian harga yang telah dilakukan developer sejak awal 2022. Pelambatan terjadi di sejumlah kota antara lain, Manado dan Batam.

Sumber pembiayaan nonperbankan untuk pembangunan properti masih memiliki porsi 65,50% di triwulan I 2022, diikuti pinjaman perbankan 20,41%, dan pembiayaan dari konsumen 8,68%. (LK)