WOOD - PT. Integra Indocabinet Tbk

Rp 510

+15 (+3,00%)

JAKARTA - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), produsen kayu olahan, optimistis penjualan tumbuh 25% di akhir tahun ini dibandingkan tahun 2021, meski saat ini Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan yang memengaruhi daya beli konsumen di housing market.

Wang Sutrisno, Direktur WOOD menyampaikan perusahaan optimistis mencapai pertumbuhan penjualan karena telah order book produk furniture telah penuh hingga Oktober 2022. "Pertumbuhan penjualan pada triwulan I 2022 cukup signifikan, meskipun saat ini terjadi pelemahan akibat inflasi di Amerika Serikat," katanya dalam risalah paparan publik dikutip Senin (18/7).

Menurut dia, kenaikan suku bunga The Fed memang memengaruhi permintaan housing market di negara itu. Namun, hal itu tidak banyak memengaruhi perusahaan disebabkan order boook telah terpenuhi dan Indonesia hanya memasok 5% dari total impor AS.

"Kami melihat permintaan untuk produk furniture perusahaan masih aman di pasar AS," tuturnya.

Per triwulan I 2022, WOOD mencetak penjualan Rp 1,97 triliun, melonjak dari periode serupa tahun 2021 sebesar Rp 912,05 miliar. Laba tahun berjalan Rp 206,77 miliar, naik dari Rp 101,84 miliar. Penjualan pada Desember 2021 sebesar Rp 5,41 triliun, naik dari Rp 2,92 triliun di Desember 2020 dan laba Rp 535,29 miliar, naik dari Rp 314,36 miliar. (LK)