INCO - PT. Vale Indonesia Tbk

Rp 7.400

+25 (+0,34%)

JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan penurunan volume produksi nikel dalam matte sebesar 9% pada kuartal kedua (Q2) 2022, menjadi sebesar 12.567 ton.

Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur INCO, menyampaikan penurunan volume produksi tersebut disebabkan oleh adanya kegiatan pemeliharaan pada fasilitas produksi perseroan. “Penggantian atap Tanur 1 dan shutdown pemeliharaan penuh pada awal Juni telah menyebabkan produksi pada Q2 2022 lebih rendah dibandingkan dengan Q1 2022,” kata Eddy lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, kata Eddy, pembangunan kembali Tanur 4 telah menyebabkan volume produksi pada Q2 2022 lebih rendah dibandingkan dengan Q2 2021. “Secara keseluruhan, produksi pada 1H (semester pertama) 2022 adalah 13% lebih rendah dibandingkan dengan produksi pada 1H 2021, disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4,” jelas Eddy.

Dalam laporan produksi terbarunya, volume produksi nikel dalam matte INCO pada 1H 2022 tercatat sebesar 26.394 ton. Sedangkan pada 1H 2021, volume produksi nikel dalam matte mencapai 30.246 ton. (KR)