BUMI - PT. Bumi Resources Tbk

Rp 184

-3 (-1,63%)

JAKARTA. Setelah mencetak pertumbuhan laba hingga ribuan persen, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) akan memfokuskan penggunaan laba tersebut untuk mempercepat pembayaran utang.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava, mengatakan, saat ini BUMI masih dalam fase percepatan pembayaran utang. “Ini yang menjadi prioritas utama kami dan membangun kembali kesehatan perusahaan,” kata Dileep seperti dikutip Bisnis, Kamis (1/9/2022). Selanjutnya Dileep mengungkapkan pembayaran dividen baru bisa dilaksanakan dan menjadi tujuan BUMI setelah utang dilunasi, bersamaan dengan kinerja yang membaik.

Sepanjang semester I/2022, Emiten batu bara Grup Bakrie, mencatatkan pendapatan sebesar US$968,68 juta atau setara Rp14,45 triliun (kurs Rp14.925) meningkat 129,6% dari US$421,86 juta (yoy) atau setara dengan Rp6,02 triliun (kurs Rp14.285). Laba bersih BUMI mencapai US$167,67 juta atau setara Rp2,5 triliun, melonjak 8.768% dari US$1,89 juta atau setara Rp27 miliar pada semester I-2021.

BUMI pada Juli 2022 telah melaporkan memproses pembayaran utang kedelapan belas sebesar US$118,3 juta melalui agen fasilitas pada 12 Juli 2022. Perincian pinjamannya terdiri atas pinjaman pokok sebesar US$115,3 juta dan bunga sebesar US$3,0 juta untuk Tranche A. Dengan pembayaran kedelapan belas tersebut, BUMI saat ini telah membayar keseluruhan sebesar US$731,3 juta secara tunai. Pembayaran yang sudah dilakukan terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$557,1 juta dan bunga sebesar US$174,2 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest). “Seluruh pembayaran Tranche A diharapkan akan diselesaikan pada Oktober 2022 bersamaan dengan dimulainya pembayaran Tranche B,” papar Dileep.(AM)