ADHI - PT. Adhi Karya (Persero) Tbk

Rp 482

+16 (+3,32%)

JAKARTA. Lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi perolehan kontrak baru PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang hingga Oktober 2022 mencapai Rp19,1 triliun, melonjak 51% dibandingkan kontrak baru yang dicapai pada periode yang sama di tahun 2021 yang sebesar Rp12,7 triliun.

Direktur Utama ADHI Entus Asnawi mengungkapkan kontribusi perolehan kontrak baru tersebut berasal dari lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi yang mencapai 90%, lini bisnis properti sebesar 9% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Menurut dia, kontrak baru yang diperoleh pada bulan Oktober 2022 diantaranya Sistem Pengelolaan Air limbah Domestik Terpusat di Kota Banda Aceh dan Plant Road and Drainage di Karawang, Jawa Barat. Sementara itu sumber kontrak baru berasal dari pemerintah sebesar 39%, BUMN dan BUMD sebesar 11%, dan proyek kepemilikan swasta/lainnya termasuk proyek investasi masih menjadi mayoritas, yakni 50%.

 “Kami terus berupaya agar kontrak ADHI terus tumbuh sampai akhir tahun, dan beberapa rencana telah dijalankan untuk mencapai target ADHI di tahun 2022,” kata dia dalam pernyataan resmi pekan ini. (AM)