HERO - PT. Hero Supermarket Tbk

Rp 1.500

-20 (-1,33%)

JAKARTA. PT Hero Supermarket Tbk (HERO), perusahaan ritel yang mengoperasikan supermarket Hero, Guardian, dan IKEA di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp3,23 triliun sampai dengan September (9M) 2022.

Pendapatan HERO di periode tersebut naik 30,6% secara year-on-year (yoy) atau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sayangnya perseroan masih membukukan kerugian sebesar Rp85 miliar pada (9M) 2022. Namun kerugian perseroan jauh lebih kecil dibandingkan pada 9M 2021, yang mencapai Rp747,43 miliar.

Alfredo Chandra, Direktur HERO, mengaku turunnya kerugian HERO pada 9M 2022 sejalan dengan sejumlah strategi yang dilakukan perseroan. Mulai dari strategi untuk meningkatkan margin laba bersih hingga 1%, optimalisasi cost control, hingga divestasi aset idle.

Chandra menambahkan, baru-baru ini HERO juga telah mendivestasikan asetnya berupa lahan dan bangunan. Dana yang diperoleh dari divestasi ini, selanjutnya akan dialokasikan untuk mendorong performa bisnis perseroan.

“Kami sudah menjual 1 aset properti. Dana yang diperoleh akan dipakai untuk mendukung investasi ke depannya,” kata Chandra, dalam paparan publik hari ini.

Sementara itu Hadrianus Wahyu Trikusumo, Direktur HERO, menegaskan bahwa aset-aset idle perseroan memang perlu dimaksimalkan. Jika upaya untuk menyewakan aset tersebut tidak berhasil, kata Trikusumo, maka ada opsi untuk melepas aset tersebut.

“Karena memang aset idle itu kalau terus maintenance, sangat besar biayanya dan ini memberatkan kami. Tapi kalau meningkatkan profitabilitas, akan kita jual dan tawarkan terus,” ungkap Trikusumo. (KR)