JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp23 triliun pada Selasa (28/2) pekan depan.

Lelang tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik, serta PMK Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Dalam lelang tersebut, akan ada 7 seri SUN yang ditawarkan. Rinciannya terdiri atas 2 seri SPN (Surat Perbendaharaan Negara) dan 5 Obligasi Negara (ON) seri FR.

Kupon yang ditawarkan untuk seri SPN berupa diskonto. Sementara kupon untuk seri FR ditawarkan mulai dari 6,38% sampai dengan 7,13%. Alokasi pembelian non kompetitif untuk seri SPN yaitu maksimal 50% dari jumlah nominal yang dimenangkan. Sedangkan alokasi untuk seri FR maksimal 30% dari jumlah yang dimenangkan.

Lelang SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem lelang Bank Indonesia. Lelang akan dilaksanakan secara terbuka, menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang dapat mengajukan penawaran pembelian (bid) melalui peserta lelang yang telah ditentukan.

Menurut data idnfinancials.com, Pemerintah Indonesia sebelumnya juga telah melaksanakan lelang SUN pada 14 Februari 2023. Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang tersebut yaitu sebanyak Rp55,98 triliun. Sementara total nominal yang dimenangkan sebesar Rp20 triliun. (KR)