DLTA - PT. Delta Djakarta Tbk

Rp 3.000

-10 (-0,33%)

JAKARTA – PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), produsen minuman beralkohol, memutuskan untuk membagikan dividen Rp281 per lembar untuk tahun buku 2023, turun 15,7% dari alokasi dividen per saham tahun 2022, sejalan dengan turunnya laba bersih tahun 2023.

Secara total, dengan 800,66 juta lembar saham tercatat, dividen tunai mencapai Rp225 miliar. Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan 2023, laba bersih DLTA hanya mencapai Rp199,6 miliar.

Maka, dividend payout ratio DLTA mencapai 113%. Dengan kata lain, perseroan harus merogoh laba ditahannya, untuk membagikan dividen pada pemegang sahamnya pada tahun 2023.

Perlu diketahui, penurunan laba bersih di tahun 2023 mencapai 13,2% year-on-year (yoy) dari Rp230,1 miliar di tahun 2022. Berdasarkan pemaparan manajemen DLTA di Paparan Publik Tahunan 2024, hal ini sejalan dengan penurunan pendapatan bersih hingga 5,4% yoy menjadi Rp736,8 miliar.

Manajemen mengaku pendapatan menyusut karena adanya penurunan volume penjualan. “Tahun lalu memang tahun yang berat bagi kami,” aku Ronny Titiheruw, Direktur Penjualan DLTA, saat ditemui di Paparan Publik 2024 hari ini (16/5).

Sayangnya, penurunan kinerja juga terus terjadi di Q1 2024, seperti terlihat di pendapatan yang menurun menjadi Rp171,01 miliar, sementara laba bersih turut menyusut menjadi Rp43,1 miliar.

Namun, manajemen masih optimis dapat meraih hasil kinerja yang lebih baik di akhir tahun 2024 jika dibandingkan tahun lalu. “Karena potensi pasar minuman beralkohol sebenarnya sangat besar,” sebut Titiheruw. (ZH)