VAST - PT. Vastland Indonesia Tbk

Rp 91

-1 (-1,09%)

JAKARTA – Setelah rampung mengakuisisi gudang di Tangerang tahun lalu, PT Vastland Indonesia Tbk (VAST), pengembang yang berfokus di bidang logistik dan pergudangan, menargetkan pendapatan tumbuh 30% year-on-year (yoy) di tahun 2024.

Sebagai catatan, VAST berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 8,1% yoy menjadi Rp25,7 miliar pada tahun 2023. Dengan kata lain, perseroan mengincar pendapatan hingga Rp33,41 miliar pada akhir Desember 2024.

“Untuk industri pergudangan sendiri, kami dari perseroan merasa sangat optimis,” ungkap Vicky Gunawan, Direktur Utama VAST, saat ditemui di Paparan Publik Tahunan 2024 hari ini (10/6)

Menurut Vicky, optimisme ini didukung oleh 70% fasilitas pergudangan perseroan yang berlokasi di Sumatra, sementara pembangunan tol Trans-Sumatra terus berjalan hingga sekarang, sehingga mendorong perkembangan bisnis secara maksimal.

Diketahui, per April 2024, VAST sudah memiliki 16 gudang, dengan 12 unit gudang built-to-suit, serta 4 gudang umum atau general warehouse.

Bisnis VAST memang didominasi oleh gudang built-to-suit, yang penggunaannya dikhususkan untuk klien tertentu dengan kontrak jangka panjang sekitar 7-10 tahun.

Perlu diketahui, pelanggan VAST terdiri atas beberapa bisnis terkemuka, didominasi oleh FMCG. Misalnya, PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

“100% gudang built-to-suit kami dalam 5 tahun terakhir ini, diperpanjang semua. Tidak menutup kemungkinan ada perubahan luas yang dibutuhkan oleh penyewa,” sambung Vicky.

Namun, hingga saat ini, perseroan belum memiliki rencana untuk ekspansi. Belanja modal (capex) yang dianggarkan untuk tahun ini, sejumlah Rp1-2 miliar, akan dialokasikan untuk perizinan aset-aset baru.

“Sampai kuartal-I ini, capex yang sudah kami gelontorkan sudah mencapai Rp282 juta, yang digunakan untuk biaya perizinan akuisisi dan aset tetap,” ungkap Stanley V. Gunawan, Direktur Keuangan VAST.

Namun, perseroan mengaku terus berkomitmen untuk berekspansi di wilayah strategis. “Strategi bisnis kami memang heavy di built-to-suit, jadi kami benar-benar tergantung pada calon penyewa,” sambung Vicky.

 “Kami juga tidak menutup kemungkinan bahwa kami terus mengeksplorasi beberapa lokasi yang menurut kami masih sangat potensial untuk ditambahkan ke land bank kami,” jelasnya. (ZH)