JAKARTA - Teknologi keuangan (fintech) dari pinjaman peer to peer (P2P) diperkirakan akan bergabung di Indonesia untuk menyediakan akses keuangan bagi para debitur. Pinjaman P2P masih lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi mengatakan bahwa pinjaman P2P diharapkan dapat memberikan alternatif dalam akses keuangan bagi para debitur Indonesia. "Ada ketidakseimbangan pendanaan dari industri keuangan konvensional, yang saat ini masih sekitar 60-70% terkonsentrasi di Pulau Jawa," katanya, dalam peluncuran ModalToko, di Jakarta.

Tokopedia menyediakan tiga pinjaman P2P yang terdiri dari ModalToko, Pinjaman Modal, dan Saldo Prioritas. Dengan peluncuran teknologi keuangan ini, Tokopedia berharap agar banyak P2P yang akan bergabung ke dalam platform. (LK/W)