BSSR - PT. Baramulti Suksessarana Tbk

Rp 1.820

0 (0%)

JAKARTA - Sepanjang tahun lalu, India telah menjadi pasar terbesar PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dalam hal pendapatan. India terdiri dari hampir 87% dari penjualan batubara BSSR di tahun 2015. Namun, dinamika ini telah berubah pada tahun 2016.

Eric Rahardja, Direktur Keuangan BSSR mengatakan kepada wartawan, "Sekarang, India adalah lapangan semua orang. Terlalu ramai di situ, jadi itulah sebabnya kami mengubah strategi pemasaran kami lebih ke dalam negeri," papar Paparan Publik perusahaan di Sudirman Sahid, Jakarta Selatan. Pusat.

Menurut dia, batubara tahun ini yang diekspor ke India diprediksi menyusut menjadi sekitar 50% dari penjualan perusahaan. Sementara masih berpegang pada pasar India, manajemen juga bersandar pada strategi penjualan domestik yang didukung oleh meningkatnya permintaan dari pembangkit listrik tenaga batu bara mengingat inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pasokan energi negara.

Penambang batu bara Indonesia BSSR juga mengandalkan strategi penetapan harga spot untuk penjualan asing lainnya. Di antara obrolan tersebut, BSSR berencana untuk membuka kembali transaksi dengan pembeli dari China, sebuah pasar yang kekurangan permintaan pada tahun 2015. Negara-negara seperti Spanyol, Filipina dan Korea memberikan kontribusi kecil terhadap pendapatan pada tahun 2015 juga.

2015 merupakan tahun yang tepat bagi BSSR; penjualannya meningkat 19% menjadi US $ 259 juta dan laba bersih tumbuh signifikan menjadi US $ 26 juta. Namun mengingat keadaan tahun ini, harga batu bara global yang terus berlanjut dan pasar India yang melonjak, manajemen tampaknya tidak percaya diri bahwa mereka dapat mengatasi pendapatan yang mereka hasilkan tahun lalu.

Meski penjualan ke pasar India terus menyusut, afiliasi BSSR dengan Tata Power berbasis India memperluas aspek positifnya. Hubungan jangka panjang antara kedua perusahaan tersebut memberi kesan positif pada pelanggan BSSR dan pembeli potensial.

Eric menambahkan, "Tata sekarang mereka tidak mengambil dari kami, tapi meski tidak mengambilnya, tentu saja sebagai pemegang saham mereka tetap memberi kami dukungan." (CH)