CAMP - PT. Campina Ice Cream Industry Tbk

Rp 290

-2 (-1,00%)

JAKARTA - PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) menggandeng lisensi Frozen guna memperkuat penjualan di segmen konsumen remaja dan anak-anak di Indonesia. Hal ini dilakukan mengikuti dengan kebijakan menggandeng dua lisensi lainnya yakni, Disney dan Nickelodeon untuk menyasar consumer millienial dengan nilai royalti 5%-7% dari total omset per tahun.

Dikutip dari lembar jawaban public expose, upaya menggandeng dua brand yang lekat dengan dunia remaja dan anak-anak itu merupakan inovasi perusahaan agar produknya bisa tetap diterima konsumen. Pendapatan terbesar Campina berasal dari cluster remaja dan anak-anak. Namun tidak disebutkan persentase konsumen dari cluster konsumen tersebut.

Pada triwulan III 2019, Campina mencetak pendapatan sebesar Rp 768,46 miliar, naik dibandingkan periode serupa tahun lalu, pendapatan sebanyak Rp 717,08 miliar. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 51,58 miliar, naik 6,7% dari Rp 44,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pada 2015, Campina mengadakan perjanjian dengan VIMIN Netherlands BV terkait lisensi atas sejumlah merek yang dipegang perusahaan itu. Pada 2016, perusahaan juga menggandeng PT Walt Disney Indonesia atas lisensi merek yang dimiliki perusahaan itu, seperti Spiderman Classics, Avanger Classics untuk jangkan waktu 30 September 2019, sedangkan untuk Frozen dan Frozen 2 lisensi diperpanjang hingga 31 Desember 2020. (LK)