BANGKOK - Thailand telah membuka klinik permanen pertama yang memiliki spesialisasi di pengobatan menggunakan ganja sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan industri ganja medis di negara tersebut.

“Ini masih klinik pilot, karena saat ini tidak cukup banyak dokter yang memiliki keahlian dalam penggunaan ganja,” kata Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul dalam pembukaan klinik tersebut seperti dikutip The Sydney Morning Herald, Senin (6/1).

Klinik pilot tersebut, tambah Charnvirakul, diharapkan dapat menangani 200 hingga 300 pasien setiap harinya. Secara total, pemerintah Thailand merencanakan akan membangun 77 klinik ganja medis dengan setidaknya satu di setiap provinsi.

Thailand resmi melegalkan penggunaan mariyuana medis di tahun 2017, memanfaatkan tradisi penggunaan ganja untuk nyeri dan kelelahan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian. Sejak legalisasi ganja medis, sudah ada 25 klinik ganja didirikan oleh rumah sakit-rumah sakit umum di seluruh Thailand, walaupun klinik-klinik tersebut masih mengalami kekurangan dokter spesialis.

Organisasi Farmasi Pemerintah milik Kementerian Kesehatan Thailand saat ini merupakan produsen ganja medis terbesar di tengah pembatasan produksi, penanaman, dan penjualan untuk produsen lokal yang berlisensi. Saat ini hanya rumah sakit dan fasilitas penelitian yang diperbolehkan meminta izin produksi ganja, walaupun pemerintah juga terbuka terhadap kemungkinan memperbolehkan perusahaan-perusahaan lain mengurus izin produksi. (MS)