ARTO - PT. Bank Jago Tbk

Rp 6.500

+125 (+1,92%)

JAKARTA - PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) akan melakukan rights issue dengan melepas 15 miliar saham dengan nominal Rp 100 per saham pada 10-16 Maret 2020. Aksi korporasi ini akan menjadi yang pertama dilakukan setelah saham bank ini diakuisisi oleh PT Metarmorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT) pada akhir 2019.

Dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan, rencana penggunaan dana dari hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk penyaluran kredit, investasi di bidang teknologi informasi, dan modal kerja dengan alokasi masing-masing 90%, 5%, dan 5%. Mengacu pada laporan keuangan triwulan III 2019, Bank Artos menyalurkan kredit sebesar Rp 349,14 miliar, turun dibandingkan pada periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 383,76 miliar.

Saat ini, pemegang saham utama Bank Artos yakni MEI dan WTT pemilik saham masing-masing sebanyak 454.153.123 saham dan 161.034.375 saham akan ikut dalam aksi korporasi ini. Dengan demikian modal ditempatkan dan disetor akan naik dari Rp 120,62 miliar menjadi Rp 1,62 triliun dengan jumlah saham sebanyak 16.206.250.000 saham. Komposisi pemilik saham akan menjadi MEI 37,65%, WTT 13,35%, dan masyarakat 49%. Sedangkan jumlah saham portepel bertambah dari 2.293.750.000 saham menjadi 33.794.750.000 saham.

Namun apabila pemegang saham selain MEI dan WTT tidak ikut melaksanakan rights issue, maka pembeli siaga akan membeli sisa sejumlah saham yang akan diterbitkan dengan komposisi MEI 37,65%, MTT 13,35%, masyarakat 3,65%, dan pembeli siaga 45,35%. Dengan kenaikan jumlah saham dan nilai saham itu, maka dalam aksi korporasi ini ARTO menargetkan tambahan dana segar Rp 1,5 triliun. (LK)